Perbedaan struktur otak dan hormon yang menciptakan perbedaan alamiah antara cewek dan cowok disebut sebagai dasar perbedaan biologis. Akan tetapi, tidak semua perbedaan cewek dan cowok datang dari perbedaan biologis. Sebagian perbedaan yang ada ditentukan oleh hasil bentukan sosial alias tergantung cara cewek dan cowok dididik oleh keluarga dan lingkungan. Bahkan, boleh dibilang sebagian besar perbedaan yang ada di antara keduanya datang dari bentukan sosial itu. Sudah bukan rahasia jika cewek dan cowok dididik dengan cara berbeda. Begitu seorang anak lahir ke dunia dan diketahui jenisnya cewek ataucowok seketika itu juga anak mendapatkan perlakuan yang berbeda sesuai dengan jenis kelamin yang dibawanya. Hm… masa sih ketika masih bayi sudah ada perbedaan perlakuan? Faktanya begitu. Perbedaan pertama dari perbedaan harapan. Harapan orangtua terhadap si bayi sudah berbeda. Anak cewek diharapkan akan memiliki sifat-sifat seperti layaknya cewek. Oleh karena itu, sepanjang perkembangannya akan dididik agar kelak memiliki sifat-sifat cewek yang diharapkan. Sebagai contoh, anak cewek biasanya kurang diperhatikan oleh orangtuanya ketimbang anak cowok. Mereka kurang mendapat sentuhan dibandingkan anak cowok. Hal itu terjadi karena sampai hari ini masih banyak orangtua yang lebih bangga memiliki anak cowok ketimbang memiliki anak cewek. Contoh lainnya adalah dari sisi cara menenangkan anak ketika menangis; biasanya cowok akan segera ditenangkan, tapi cewek cenderung dibiarkan menangis lebih lama. Perbedaan perlakuan itu disebabkan karena adanya pengharapan berbeda terhadap keduanya; cowok diharapkan tidak mengumbar emosi dan tangis, sedangkan cewek dimaklumi jika lebih emosional dan mudah menangis. Oleh karena itu, sudah biasa bukan jika seorang anak cowok menangis maka komentarnya, ’Anak cowok kok nangis, kayak cewek saja.!” Nah, anak cowok memang dididik untuk tidak mudah menangis. Sebaliknya jika anak cewek menangis, maka cenderung didiamkan saja. Alhasil sejak kecil anak cewek telah belajar bahwa menangis sah dilakukan oleh mereka. Tidak heran ketika dewasa kaum cewek lebih mudah menangis. Hebatnya, semua orang maklum kalau cewek menangis, ”Cewek, wajar dia‘ menangis.”
Cewe lebih gampang nangis????
Rabu, 01 Agustus 2012
Mengapa selalu digembor-gemborkan adanya perbedaan otak cewek dan
otak cowok? Sejak masih dalam kandungan, otak cewek dan otak cowok
memang telah dibentuk dengan cara berbeda. Wajar saja jika kemudian
struktur dan kerja otak mereka berbeda satu sama lain. Sejak para
peneliti memberi tahu kita bahwa otak adalah penentu perilaku dan proses
mental manusia, maka menjadi sangat masuk akal jika terdapat perbedaan
antara cewek dan cowok. Hormon seks (testosteron & estrogen) tidak
hanya membuat otak cewek dan cowok berbeda, tetapi juga terus
memengaruhi kerja otak hingga dewasa. Harmon estrogen adalah hormon yang
bertanggung jawab terhadap datangnya masa puber seorang cewek. Pada
umur tertentu estrogen akan meningkat pesat.
Hasilnya,
cewek akan mengalami haid atau datang bulan, tumbuh bulu-bulu di daerah
pubis, payudara membesar, menjadi suka pada cowok, dan lainnya.
Estrogen pada cewek berjumlah sekitar 15 sampai 20 kali Iipat lebih
tinggi daripada yang dimiliki cowok. Sebaliknya hormon testosteron
adalah hormon yang bertanggung jawab terhadap datangnya masa puber
seorang cowok. Pada umur tertentu kadar testosteron di dalam tubuh
meningkat pesat, sehingga menghasilkan tubuh dan mental berciri khas
cowok, seperti jakun yang membesar, perubahan suara menjadi Iebih
bariton, pertumbuhan bulu-bulu pubik (bulu daerah kelamin), mengalami
mimpi basah, menjadi tertarik pada cewek, dan sebagainya yang merupakan
ciri-ciri masa puber. Testosteron pada cowok berjumlah sekitar 15
sampai 20 kali lipat lebih tinggi daripada yang dimiliki cewek.
Perbedaan struktur otak dan hormon yang menciptakan perbedaan alamiah antara cewek dan cowok disebut sebagai dasar perbedaan biologis. Akan tetapi, tidak semua perbedaan cewek dan cowok datang dari perbedaan biologis. Sebagian perbedaan yang ada ditentukan oleh hasil bentukan sosial alias tergantung cara cewek dan cowok dididik oleh keluarga dan lingkungan. Bahkan, boleh dibilang sebagian besar perbedaan yang ada di antara keduanya datang dari bentukan sosial itu. Sudah bukan rahasia jika cewek dan cowok dididik dengan cara berbeda. Begitu seorang anak lahir ke dunia dan diketahui jenisnya cewek ataucowok seketika itu juga anak mendapatkan perlakuan yang berbeda sesuai dengan jenis kelamin yang dibawanya. Hm… masa sih ketika masih bayi sudah ada perbedaan perlakuan? Faktanya begitu. Perbedaan pertama dari perbedaan harapan. Harapan orangtua terhadap si bayi sudah berbeda. Anak cewek diharapkan akan memiliki sifat-sifat seperti layaknya cewek. Oleh karena itu, sepanjang perkembangannya akan dididik agar kelak memiliki sifat-sifat cewek yang diharapkan. Sebagai contoh, anak cewek biasanya kurang diperhatikan oleh orangtuanya ketimbang anak cowok. Mereka kurang mendapat sentuhan dibandingkan anak cowok. Hal itu terjadi karena sampai hari ini masih banyak orangtua yang lebih bangga memiliki anak cowok ketimbang memiliki anak cewek. Contoh lainnya adalah dari sisi cara menenangkan anak ketika menangis; biasanya cowok akan segera ditenangkan, tapi cewek cenderung dibiarkan menangis lebih lama. Perbedaan perlakuan itu disebabkan karena adanya pengharapan berbeda terhadap keduanya; cowok diharapkan tidak mengumbar emosi dan tangis, sedangkan cewek dimaklumi jika lebih emosional dan mudah menangis. Oleh karena itu, sudah biasa bukan jika seorang anak cowok menangis maka komentarnya, ’Anak cowok kok nangis, kayak cewek saja.!” Nah, anak cowok memang dididik untuk tidak mudah menangis. Sebaliknya jika anak cewek menangis, maka cenderung didiamkan saja. Alhasil sejak kecil anak cewek telah belajar bahwa menangis sah dilakukan oleh mereka. Tidak heran ketika dewasa kaum cewek lebih mudah menangis. Hebatnya, semua orang maklum kalau cewek menangis, ”Cewek, wajar dia‘ menangis.”
Perbedaan struktur otak dan hormon yang menciptakan perbedaan alamiah antara cewek dan cowok disebut sebagai dasar perbedaan biologis. Akan tetapi, tidak semua perbedaan cewek dan cowok datang dari perbedaan biologis. Sebagian perbedaan yang ada ditentukan oleh hasil bentukan sosial alias tergantung cara cewek dan cowok dididik oleh keluarga dan lingkungan. Bahkan, boleh dibilang sebagian besar perbedaan yang ada di antara keduanya datang dari bentukan sosial itu. Sudah bukan rahasia jika cewek dan cowok dididik dengan cara berbeda. Begitu seorang anak lahir ke dunia dan diketahui jenisnya cewek ataucowok seketika itu juga anak mendapatkan perlakuan yang berbeda sesuai dengan jenis kelamin yang dibawanya. Hm… masa sih ketika masih bayi sudah ada perbedaan perlakuan? Faktanya begitu. Perbedaan pertama dari perbedaan harapan. Harapan orangtua terhadap si bayi sudah berbeda. Anak cewek diharapkan akan memiliki sifat-sifat seperti layaknya cewek. Oleh karena itu, sepanjang perkembangannya akan dididik agar kelak memiliki sifat-sifat cewek yang diharapkan. Sebagai contoh, anak cewek biasanya kurang diperhatikan oleh orangtuanya ketimbang anak cowok. Mereka kurang mendapat sentuhan dibandingkan anak cowok. Hal itu terjadi karena sampai hari ini masih banyak orangtua yang lebih bangga memiliki anak cowok ketimbang memiliki anak cewek. Contoh lainnya adalah dari sisi cara menenangkan anak ketika menangis; biasanya cowok akan segera ditenangkan, tapi cewek cenderung dibiarkan menangis lebih lama. Perbedaan perlakuan itu disebabkan karena adanya pengharapan berbeda terhadap keduanya; cowok diharapkan tidak mengumbar emosi dan tangis, sedangkan cewek dimaklumi jika lebih emosional dan mudah menangis. Oleh karena itu, sudah biasa bukan jika seorang anak cowok menangis maka komentarnya, ’Anak cowok kok nangis, kayak cewek saja.!” Nah, anak cowok memang dididik untuk tidak mudah menangis. Sebaliknya jika anak cewek menangis, maka cenderung didiamkan saja. Alhasil sejak kecil anak cewek telah belajar bahwa menangis sah dilakukan oleh mereka. Tidak heran ketika dewasa kaum cewek lebih mudah menangis. Hebatnya, semua orang maklum kalau cewek menangis, ”Cewek, wajar dia‘ menangis.”
0 komentar:
Posting Komentar